Asti sudah lenyap sejak jam 6 pagi saat hari masih berkabut dan dingin seperti tak kenal belas kasihan. Aku mendapati diri hanya berdua dengannya. Dia masih terkulai lemas di sofa, masih dengan selimut oranye dan bantal putih berbunga merah menyala. Matanya sayu dan nampak malas.
Setelah merayunya, akhirnya dia menuruti keinginanku. Berjalan ia menuju kamar mandi lalu diangkatnya tangannya menyerahkan diri sepenuhnya. Aku melukari pakaiannya satu persatu dengan perlahan. Inilah ritual hampir setiap pagi ketika Asti tidak ada dan tidak melihat kami… [bersambung]

[...] Melihatku, matanya sedikit nanar. “I wanna sleep with you!” demikian ucapnya lirih. Akupun, tanpa menunggu, langsung menyelipkan tubuhku di sofa yang sama, tepat di belakang tubuhnya. Selimut oranye ini cukup lebar untuk kami berdua. Aku peluk dia dari belakang, menemaninya melewatkan malam yang dingin. Kami berpelukan di sofa, ditemani lirih suara TV, hingga malam hampir tamat… [bersambung] [...]
Waduh.
Saya dapat link ke weblog ini untuk masalah Ambalat dari sebuah forum. Tapi kok yang ada di sini cerita (maaf) porno yang entah fiksi atau nyata karena saya tidak baca semua.
Apa saya kesasar Pak?
Mas/Mbak Kaget, silahkan lihat tulisan tentang Ambalat di http://madeandi.wordpress.com/?s=ambalat
Betul kata orang, porno memang ada di pikiran dan imajinasi manusia, tidak di tempat lain
aku cuma mau ketawa aja dech liat komentar yang dari Pak/ibu kaget.. hehehehehehehehehe…
aniway, sepakat juga “porno memang ada di pikiran dan imajinasi manusia”.
biasanya mendengar kuliah hukum laut bpk andi yang sangat serius tapi santai… sekarang malah membahas tentang imajinasi “nakal” yang biasanya melintas di benak para pria..tapi itu wajar y pak..hehe